Capaisukses

Sistem Pencernaan Manusia Lengkap!

by Tofik Online

dollar-sign

Sistem Pencernaan Manusia – Pada umumnya sistem pencernaan makanan dalam tubuh manusia terjadi di sepanjang saluran pencernaan (bahasa Inggris: gastrointestinal tract) yang dibagi menjadi 3 bagian, yaitu pertama penghancuran makanan yang terjadi dalam mulut hingga lambung. Yang kedua terjadi proses penyerapan sari-sari makanan yang terjadi di dalam usus. Yang ketiga proses pengeluaran sisa-sisa makanan melalui anus. Sehingga sistem pencernaan manusia merupakan sistem organ dalam multisel yang menerima makanan, mencernanya menjadi nutrien dan tenaga serta terjadi pengeluaran sisa-sisa makanan melalui dubur.

Sistem pencernaan makanan pada manusia dapat dibedakan menjadi 2 macam, antara lain:

  1. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan oleh enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang bermolekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.
  2. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan dibantu oleh lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
Sistem Pencernaan Manusia

Sistem Pencernaan Manusia

Pada sistem pencernaan manusia makanan mengalamiproses pencernaan pada saat makanan berada di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan hasil pencernaan. Berikut ini merupakan proses pencernaan makanan, diantaranya:

  1. Ingesti: memasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.
  2. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.
  3. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.
  4. Digesti: proses pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih sederhana yang terjadi di lambung dengan bantuan enzim.
  5. Absorsi: proses penyerapan yang terjadi di usus halus.
  6. Defeklasi: pengeluaran sisa-sisa makanan yang sudah tidak berguna untuk tubuh melalui anus.

Ada beberapa serangkaian alat-alat pencernaan saat melakukan proses-proses pencernaan, diantaranya:
1. Sistem pencernaan manusia berupa Mulut
Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut . Awalnya makanan dicerna secara mekanis dan kimiawi. Seperti pada gambar 6.1, terdapat beberapa alat yang berperan dalam proses pencernaan yaitu lidah, gigi dan kelenjar ludah (glandula salivales).

2. Sistem pencernaan manusia berupa Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran yang tipis dengan panjang sekitar 25 cm sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung. Kerongkongan berperan sebagai jalan bolus dari mulut menuju lambung. Selain itu bagian dalam kerongkongan senantiasa basah karena terdapat cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada dinding kerongkongan agar bolus tetap licin dan basah. Sehingga akan mempermudah bolus bergerak melalui kerongkongan karena disebabkan adanya gerak peristaltik pada otot dinding kerongkongan.
Gerak peristaltik dapat terjadi disebabkan oleh kontraksi otot yang terjadi secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara melingkar dan memanjang. Dan terjadilah proses gerak bolus di dalam kerongkongan menuju lambung.

Sebelum makan, bagian belakang mulut (atas) akan terbuka sebagai jalan masuknya udara dari hidung. Di dalam kerongkongan epiglotis seperti gelambir yang mengendur sehingga udara dapat masuk ke paru-paru. Pada saat makan, makanan dikunyah kemudian ditelan masuk ke kerongkongan. Ketika makanan bergerak menuju kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip gelambir pada belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan kemudian menutup hidung. Pada saat makanan bergerak menuju tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak masuk ke trakea dan paru-paru, tetapi makanan tetap masuk kerongkongan.

3. Sistem pencernaan manusia berupa Lambung
Lambung merupakan saluran pencernaan yang berada di bawah sekat rongga dan berbentuk seperti kantung. Dengan mengamati gambar 6.5, Anda dapat mengetahui bahwa lambung terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  • Lambung bagian atas disebut dengan kardiak yang merupakan bagian yang berbatasan dengan esofagus.
  • Lambung bagian tengah disebut dengan fundus yang merupakan bagian badan atau tengah lambung.
  • Lambung bagian bawah yang disebut dengan pilorus yang merupakan berbatasan dengan usus halus.

Terdapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks pada daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan akan terbuka bila ada bolus yang masuk. Sementara itu terdapat otot yang disebut dengan otot sfinkter pilorus pada bagian pilorus. Otot-otot lambung ini dapat berkontraksi seperti halnya otot kerongkongan.
Pada saat otot-otot ini berkontraksi meremas, menekan dan mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).

4. Sistem pencernaan manusia berupa Usus halus
Merupakan saluran yang berkelok-kelok dengan lebar 25 mm dan panjang 5 sampai 8 m dan terdapat lipatan yang disebut dengan vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini berfungsi memperluas permukaan usus halus yang berpengaruhterhadap proses penyerapan makanan. Lakukan percobaan berikut untuk mengetahui pengaruh lipatan terhadap proses penyerapan.

5. Sistem pencernaan manusia berupa Usus besar
Kolon atau disebut juga dengan usus besar yang memiliki panjang sekitar 1 m, dan terdiri dari kolon transversum, kolon descendes dan kolon ascendes. Terdapat sekum (usus buntu) diantara intestinum tenue (usus halus) dan intestinum crassum (usus besar). Pada ujung sekum terdapat tonjolan kecil yang disebut dengan appendiks (umbai cacing) yang berisi massa sel darah putih yang berperan dalam imunitas.

Dengan gerakan peristaltik zat-zat sisa di dalam usus besar didorong ke bagian belakang. Tetapi zat-zat sisa ini masih mengandung banyak garam mineral dan air yang dibutuhkan oleh tubuh. Kemudian garam mineral dan air diabsorsi kembali oleh dinding kolon yaitu kolon ascendens. Dan selama 1 sampai 4 hari zat-zat sisa berada dalam usus besar. Sementara itu terjadi proses pembusukan terhadap zat-zat sisa dengan dibantu bakteri Escherichia coli yang dapat mebentuk vitamin B12 dan vitamin K. Selain itu dengan adanya gerakan peristaltik, zat-zat sisa terdorong sedikit demi sedikit menuju ke saluran akhir dari pencernaan yaitu rektum dan keluar dengan proses defekasi melewati anus.

Defekasi diawali dengan terjadinya penggelembungan di bagian rektum akibat suatu rangsang yang disebut dengan refleks gastrokolik. Kemudian dari aktivitas kontraksi rektum dan otot sfinkter yang berhubungan mengakibatkan terjadinya defekasi. Di dalam usus besar ini proses pencernaan makanan terjadi dengan sempurna. Jika ada kesalahan mohon untuk berkomentar, demikian alat-alat pencernaan pada manusia dan kami harap artikel ini yang membahas tentang sistem pencernaan manusia bisa bermanfaat untuk anda semua.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: