Capaisukses

Cara Ekspor Impor Barang

by Tofik Online

dollar-sign

Salah satu cara yang harus kita lakukan untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar adalah dengan menguasai pasar luar negeri. Maka dari itu kita harus bisa menjual produk kita hingga ke luar negeri, yaitu dengan cara ekspor. Bisnis ekspor-impor ini sangat cepat sekali tumbuh di Indonesia ini dipengaruhi oleh semakin meningkatnya permintaan baik dari dalam maupun luar negeri. Maka dari itu sebelum kita mengekspor produk kita, paling tidak kita harus tahu bagaimana prosedur dari ekspor impor barang.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk transaksi penjualan luar negeri atau yang disebut dengan ekspor-impor.

Ekspor Impor Barang

Cara Ekspor

1. Untuk melakukan ekspor barang kita harus memiliki buyer atau pembelinya. Kita bisa mendapatkan pembelinya dari pameran atau menghubungi perwakilan dagang.

2. Jika kita sudah memiliki calon pembeli, langkah selanjutnya adalah kita menawarkan produk yang kita miliki kepada mereka. Presentasi mengenai produk kita harus kita buat semenarik mungkin, selain itu fasilitas atau keunggulan dari produk kita harus benar-benar dipahami oleh calon pembeli, sehingga mereka tertarik dan melakukan transaksi pembelian.

3. Untuk bisa melakukan ekspor barang anda harus menyiapkan SI (Shipping Instruction) ke pelayaran yang dilengkapi dengan invoice dan packing list, kemudian pihak pelayaran akan mengeluarkan DO (Delivery Order) yang berisi tentang container berupa nomer seal dan nomer container, Nama feeder (nama kapal pengangkut) dan lainnya.

4. Dari DO itu, kemudian kita harus mengurus PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang). Dengan PEB inilah kita akan mendapatkan COO (Certificate of Origin).

5. Jika semua sudah lengkap, kapal akan diberangkatkan dan pihak pelayaran akan menerbitkan BL (Bill of Lading).

6. Setelah itu kita bisa menagih pelunasan pembayaran order dari pembeli dengan mengirimkan bukti via fax atau email dokumen mengenai BL, Packing List, Invoice dan COO.

7. Setelah pembayaran dilakukan oleh buyer dan uang sudah masuk ke rekening kita maka kita bisa mengirimkan dokumen asli melalui jasa pengiriman.
Itulah prosedur ekspor barang yang bisa kita lakukan.

Cara Impor

1. Langkah pertama yang harus kita lakukan untuk mengimpor barang adalah dengan menghubungi perusahaan luar negeri yang menjual produk yang kita inginkan. Setelah itu kita bisa melakukan order atau pemesanan.

2. Untuk pembayaran kita bisa melakukannya dengan TT (Telegraphic Transfers) atau bisa juga dengan menggunakan LC (Letter of Credit).

3. Jika anda melakukan pembayaran menggunakan LC, anda harus menghubungi bank devisa untuk membuka LC dengan melampirkan PO (Purchase Order), kemudian bank devisa akan menghubungi bank koresponden di negara supplier dan memerintahkan bank koresponden tersebut agar menghubungi supplier dan memberitahukan bahwa telah diterbitkan LC atas order yang kita lakukan.

4. Ketika order siap dikirim mereka akan mengirimkan pemberitahuan pada kita mengenai dokumen-dokumen pengiriman seperti BL, INV, PL. dokumen ini biasanya akan dikirim via fax atau email. Setelah itu pembayaran harus kita lakukan agar kita mendapatkan dikumen aslinya.

5. Kita sebagai importir harus membuat PIB (Pemberitahuan Impor Barang) di warung EDI (Electronic Data Interchange) yang telah ditunjuk oleh Dirjen Bea Cukai.

6. Dari PIB inilah kemudian akan diketahui berapa PPH nya yang akan dibayar. Maka PIB tersebut harus ditutup di Bank atau PPH nya dibayar antara computer bank dengan Bea Cukai yang telah online.

7. Setelah itu kita juga harus mengurus Custom Bond (Asuransi), hal ini dilakukan dengan tujuan menjaminkan jumlah biaya bea masuk dan PPN terhadap Importir yang sesuai dengan yang terdapat dalam PIB tersebut.

8. Jika pembayaran sudah anda lakukan, dokumen dan custom bond bisa anda ajukan ke BAPEKSTA (Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor dan Pengolahan Data Keuangan). Ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeluarkan STTJ ( Surat Tanda Terima Jaminan , ini untuk mengeluarkan barang yang terdapat pada Bea Cukai.

9. Setelah itu Proses in clearing barang akan dilakukan oleh petugas bea cukai setelah mereka mendapatkan DO (Delivery Order). Untuk proses penyampaian DO ini, warung EDI akan mentransfer dokumen milik importir secara online dimana sebelumnya pihak EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) mengecek container dan menukarnya dengan BL ke forwarder, barulah saat itu dia mendapatkan DO. Ini dilakukan saat proses pembuatan PIB.

10. Setelah semuanya oke, pihak bea cukai akan segera memberitahukan pada pihak importir agar segera menunjukkan dokumen aslinya sehingga mereka bisa mengambil barang pesanan mereka.

11. Sebelum proses pengambilan barang dilakukan, pihak bea cukai akan meneliti keabsahan dari dokumen tersebut.

12. Penelitian akan dilakukan secara fisik dan disesuaikan dengan data yang telah ditransfer sebelumya. Setelah itu pihak bea cukai akan mengeluarkan SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang). Namun jika pihak bea cukai mencurigai dokumen tersebut mengandung pelanggaran hukum maka mereka akan mengeluarkan PJM (Pemberitahuan Jalur Merah).

13. Jika SPPB dari bea cukai sedah kita terima maka barang yang kita order bisa kita ambil dari pelabuhan, itulah proses panjang mengenai impor barang.

Leave a Comment

Previous post:

Next post: